QS. Al-'Alaq (96) : 1

" iqra bi-ismi rabbika alladzii khalaqa " ==================== BACALAH dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan

QS. As-Sajdah (32) : 17

" falaa ta'lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a'yunin jazaa-an bimaa kaanuu ya'maluuna " ====================== Tak seorangpun mengetahui berbagai ni'mat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 65

" law nasyaau laja'alnaahu huthaaman fazhaltum tafakkahuuna " ================== Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.

QS. Al-Mulk (67) : 3

" alladzii khalaqa sab'a samaawaatin thibaaqan maa taraa fii khalqi alrrahmaani min tafaawutin fairji'i albashara hal taraa min futhuurin " ======================== Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ?

QS.Ar-Rahman (55) : 16

fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani ................. MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN ?

Jumat, 12 Juli 2013

Puasa Dan Kedahsyatan Energi Ilahi



Ass.wr.wb.
Marhabban Yaa Ramadhan.....Menyambut Bulan Suci bagi Ummah Muslim, yaitu Bulan Ramadhan, ada baiknya kita merenung sedikit tentang hal yang berkaitan dengan bulan suci, yaitu Puasa dihubungkan dengan Energi

Puasa adalah momentum kita semua untuk menghayati hakikat kekekalan energi. Bahwa tiada yang berkuasa dengan kuasa yang mutlak melainkan
Allah SWT. Hatinya bersaksi, bahwa kekuasaan Allah SWT meliputi segala ada termasuk dirinya sendiri. Kekekalan ini terasa KETIKA KITA BERPUASA TIDAK MAKAN DAN MINUM, MENAHAN NAFSU MAKA YANG TERJADI ADALAH KUN FAYAKUN,  ENERGI ILAHI YANG LUAR BIASA DAHSYAT AKAN MENGALIR DALAM
DIRI KITA
.
Dengan syarat, puasa kita adalah puasa yang betul.

Puasa Ramadhan yang rata-rata terdiri dari 30 hari bisa dibagi menjadi tiga momentum. 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga. Pada 10 hari pertama kita mengoreksi diri dalam hal KESALAHAN OBYEKTIF
mengenai makan dan minum. Kita kuat sesungguhnya bukan karena energi dari makanan dan minuman dan yang benar adalah kita kuat dan segar karena LA HAULA WA LA QUWWATA ILA BIL-LAH. Hakikat energi yang berasal dari makanan dan minuman itu sebenarnya hanya energi yang bisa terjadi atas perkenaan NYA semata.

Saat puasa, badan kita terasa lemah lunglai tiada berdaya. Namun sesungguhnya rasakanlah saat itu justeru muncul energi Ilahi dalam diri. Sama seperti saat bahaya mengancam, tiba-tiba energi kekuatan
muncul tiada terduga… Itulah energi Ilahi yang keluar saat kita pasrah total. Tanpa pasrah total, ikhlas atau nrimo kita tidak akan pernah bisa didatangi oleh energi Ilahi. Maka pada saat puasa pula, biasanya merupakan saat terbaik untuk melakukan pemancaran energi Ilahi seperti mendoakan kesembuhan orang lain, kelancaran rezeki dan sebagainya.

Dan sesungguhnya energi Ilahi itu sudah tersimpan di dalam Kitab-NYA berupa ayat-ayat kauniah yang tergelar di alam semesta ini. Tinggal sekarang apakah kita mampu membuka kuncinya atau tidak? INNA QUWWATIH, NAKABAN NATAH KITABAN NATAH.. WA INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AN
YAQULA LAHU KUN FAYAKUN.


Pada 10 hari kedua yaitu hari kesebelas hingga hari kedua puluh bulan Ramadhan, kita koreksi kesalah-pahaman mengenai pembuangan tenaga. Bahwa kita tidak lah membuang tenaga melainkan justeru kembali ke NAFSIN WAHIDATIN. Alastu birabbikum, kalu bala syahidna (QS 7:172) yaitu Janji Kawula Gusti.

Dan puncaknya terjadi pada 10 hari ketiga yaitu hari kedua puluh satu hingga selesai bulan Ramadhan yaitu saat terjadinya LAILATUL QADAR. Yaitu teraksesnya ENERGI ILAHI oleh kesadaran ruhani kita seperti 1000
energi cahaya bulan yang menjadi satu dalam satu momentum beserta kepastian Furqoni 82 tahun yaitu energi LA ILAHA ILAL-LAH.

Allah SWT yang menganugerahkan energi pada manusia agar dengan energi yang dimilikinya itu dia memiliki sedikit kuasa untuk berusaha dan berbuat. Namun perlu diingat bahwa kuasa dan upaya tersebut tentunya hanya "pinjaman" yang akan "kembali" kepada Yang Punya Kuasa.

Menyelami makna LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAH (Tiada daya dan upaya melainkan dengan bantuan Allah) dalam dirinya. Ungkapan tauhid ini mengandungi rahasia bahwa Tuhanlah yang Memiliki Semua Energi di alam semesta ini. Tiada satu pun energi kecuali berada di dalam kekekalan energi-NYA.

Kita makan dan minum untuk mencari sumber tenaga. Sumber tenaga dari makan dan minuman yang kita konsumsi sesungguhnya berasal dari tanaman, tumbuhan dan hewan. Mereka mendapat energi dari rantai makanan lain begitu seterusnya hingga akhirnya bermuara pada satu sumber energi yang tidak berasal dari sumber energi lain, yaitu Energi Ilahi.

Mereka yang tenggelam dalam lautan penyaksian wahdah (kesatuan sifat-sifat Allah) pasti menghayati bahwa manusia dan seluruh alam ini tidak pernah terlepas daripada kekuasaan Allah SWT. Maka, dia merasa harus menghambakan dirinya dan memilih untuk mentaati-Nya.

Tidak mudah untuk menemukan rumusan rahasia ini. Kita bisa berteori namun umumnya belum sampai pada pemahaman yang sesungguhnya. Mata, telinga dan hati kita masih terhijab dan hakikat hukum kekekalan energi Allah SWT belum mampu kita temukan. Kita masih menganggap bahwa yang berperanan dalam memberi manfaat dan menolak kemudaratan adalah dirinya sendiri dan makhluk-makhluk di sekitarnya.

Kita yang lalai itu terhijab dengan perbuatan Allah (af’aal) melalui makhluk-makhlukNya (infi’al) sehingga gagal menghayati makna sebenar wujud seluruh makhluk.  Kita terhijab dalam kepompong hukum sebab akibat sehingga tidak dapat menghayati konsep qudrat (kekuasaan), iradah dan ilmu Allah.

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada kita sebagai berikut: 
KUNCI SEBENARNYA MENGAKSES ENERGI ILAHI YAITU MENGAKUI KEKUASAAN ALLAH SWT DENGAN CARA MENGAKUI KELEMAHAN DIRI DI HADAPAN-NYA
SEBAGAIMANA MUSA AS YANG TERSUNGKUR DI BUKIT SINAI. ATAU BERSUJUDNYA SEORANG MUSLIM DENGAN SUNGGUH SUNGGUH SUJUD SAAT SHOLAT. KEYAKINAN INI JIKA DITERJEMAHKAN DALAM DIRI SESEORANG MAKA DIA AKAN MENGHADAPI KEHIDUPAN INI DENGAN PENUH KEPASRAHAN, NRIMO, IKHLAS, KETERGANTUNGAN HATI HANYA KEPADA-NYA TANPA RASA KEBIMBANGAN SEDIKITPUN.


Apa yang dia laksanakan adalah apa yang dituntut oleh Allah. Mereka
tidak perlu risau soal hasil karena sudah ada jaminan kepastian atas
dirinya. Namun, tatkala mengetahui bahwa hanya Allah yang Maha Berkuasa dalam kehidupan ini, maka dia pun tidak bermalas-malasan dan sebaliknya akan "berusaha" sekeras mungkin sesuai dengan kemampuan
yang dimilikinya.

Allah menugaskan agar kita berusaha dalam rangka menunaikan tugas
penghambaan diri. Usaha yang kita lakukan sebenarnya telah diperintahkan oleh Allah dan ini kita lakukan dalam rangka penyempurnaan ibadah. Kita dilarang keras jadi pemalas! Karena kewajiban kita adalah melaksanakan ibadah khusus (syahadat, sholat, zakat, puasa dan sebagainya) dan ibadah umum (mencari rezeki, beramal kebajikan demi kesejahteraan semua makhluk hidup, melestarikan alam sekitar dan sebagainya).

Energi Ilahi Yang Kekal


Ada satu fenomena yang bila kita memikirkannya kita akan menyebut
ALLAHU AKBAR.. aneh tapi nyata.. yaitu tentang cahaya. Di dalam QS An
Nur 35 menjelaskan: "Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan
cahaya-Nya adalah ibarat misykat. Di dalam misykat itu ada pelita.
Pelita itu ada di dalam kaca. Kaca itu laksana bintang berkilau.
Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati. Pohon zaitun yang bukan
di timur atau di barat. Yang minyaknya hampir menyala dengan
sendirinya walaupun tiada api menyentuhnya. Cahaya di atas Cahaya!
Allah menuntun kepada cahaya-NYA, siapa saja yang ia kehendaki. Dan
Allah membuat perumpamaan bagi manusia. Sungguh Allah mengetahui
segalanya."


Kenapa Allah SWT mengidentifikasikan diri-Nya dengan perumpamaan
Cahaya Maha Cahaya? Jawabannya adalah cahaya tidak pernah kehabisan
energi.

Ada anggapan sementara kaum ilmuwan di dalam Teori Einstein bahwa cahaya akan kehilangan energinya ketika meninggalkan medan gravitasi yaitu dengan bergeser warnanya ke arah warna merah dengan panjang gelombang yang lebih panjang. Yang dimaksud kehilangan energinya adalah bukan dalam artian benar-benar hilang, tetapi energinya berkurang dengan mentransferkan energinya menjadi bentuk yang lain.

Cahaya ketika meninggalkan gravitasi (meninggalkan bumi) akan dibelokan dan terurai karena adanya perbedaan tekanan udara, seperti halnya cahaya ketika dilewatkan pada sebuah prisma. Disini tidak ada energi yang hilang.

Di dalam fisika, cahaya atau gelombang elektromagnetik adalah sebuah
panjang gelombang tertentu yang dipancarkan dari sumber dengan
gravitasi yang lebih kuat, yang terpancar menuju area dengan gravitasi
yang lebih rendah. Pengamat akan melihat bahwa panjang gelombang yang
diterimanya akan menjadi lebih besar (frekuensi lebih rendah, energi
lebih rendah), itu yang disebut fenomena gravitational redshift.

Tetapi jangan buru-buru mengatakan bahwa cahaya tersebut kehilangan
energi. Untuk hal yang seperti ini (dalam orde cahaya) kita harus
menggunakan hukum relativitas, dan tidak bisa menggunakan fisika
klasik.

Fenomena ini mirip dengan ketika ada dua orang, yang satu tinggal di
bumi dan satunya naik pesawat dengan kecepatan yang mendekati cahaya.
Kedua orang tersebut mengukur panjang sebuah benda yang diam dibumi,
hasil yang tampak adalah akan memperlihatkan bahwa hasil pengukuran
mereka berbeda. Ini tidak bisa dipahami dengan fisika klasik tapi bisa
dipahami menggunakan hukum relativitas.

Pada gravitational redshift tidak ada energi yang hilang, hanya ada
perbedaan pengamatan akibat beda tempat, perbedaan tersebut harus
dilihat secara relativistik (menggunakan hukum relativitas) jadi tidak
ada yang hilang dan tidak ada yang aneh.

Hukum relativitas tidak pernah mengatakan bahwa kita bisa mundur ke masa lampau, itu hanya terjadi pada film fiksi saja. Tetapi menurut hukum relativitas bahwa waktu memang bisa molor tergantung dari posisi pengamatnya. Fenomenanya bisa diamati salah satunya yaitu ketika foton
dari cahaya matahari bergerak menuju bumi, waktu menjadi relatif bagi si foton.

Masih di dalam fisika bahwa semua partikel (apapun itu jenisnya) tidak bisa bergerak dengan kecepatan melewati 3 x 10^8 m/s (kecepatan cahaya). Mungkin itu sudah dibatasi oleh yang menciptakan alam ini. Kalau ada partikel yang mampu bergerak dengan kecepatan melampaui kecepatan cahaya persamaan relativitas menjadi tidak terdefinisikan. Jika kita naik pesawat dengan kecepatan 0.75 C relatif terhadap bumi, kemudian kita menembakan peluru pada arah yang sama dengan pesawat dengan kecepatan 0.75 C relatif terhadap pesawat, maka kecepatan peluru terhadap bumi tidak menjadi 1,5 C.

Barangkali itu sebabnya, Allah SWT membuat perumpamaan dirinya dengan
Cahaya Maha Cahaya… Sebab cahaya-NYA tidak pernah kehabisan energi
dimana pun dan sampai kapanpun. Energi Ilahi sebagaimana tercermin dalam energi dalam hukum fisika, akan kekal abadi sepanjang masa dan kita akan bisa mendapatkannya kapanpun kita inginkan asal punya niat dan kemauan. Mari kita berproses bersama menuju kesempurnaan…
 "SELAMAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN"...



Wass.wr.wb.
Arrayhan ----






.

10 Langkah Cara Mudah Mereset Password User Windows

10 Langkah
Cara Mudah Mereset Password User Windows





Teman-teman......Mungkin  pernah mengalami kejadian seperti ini ?

 Lupa password untuk login di komputer.......!!!!!

Bingung, panik, lama-lama pasrah.... mungkin itu yang anda rasakan pada saat itu. Bingung karena dihadapkan pada pilihan antara instal ulang windows atau tidak, padahal data yang ingin kita ambil itu sangat penting dan harus ada pada saat itu juga. Sedang Panik dikarenakan....mungkin teman-teman sudah tidak bisa main game lagi.....hehehhe....just kidding...!, Tenang saja semoga tips ini bisa membantu teman-teman yang menghadapi masalah tersebut sebagai berikut :

  1. Nyalakan Kompi/laptop anda....., dan hal pertama yang harus dilakukan adalah me-restart Windows anda dan pada saat booting tekanlah F8 untuk masuk ke menu Windows Advanced Options Menu.
  2. Setelah berhasil. akan ada sekitar 11 options yang bisa kita pilih, seperti Safe Mode, Safe Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt, Enable Boot Logging, Enable VGA Mode, Last Known Good Configuration, Directory Services Restore Mode, Debugging Mode, Disable automatic restart on system failure, Start Windows Normally, dan Reboot.
  3. Dengan menggunakan Tab atau tanda panah...kemudian pilih menu Safe Mode. Setelah Options Safe Mode dipilih, maka windows akan me-load driver-driver standart windows.
  4. Setelah windows selesai me-load driver tersebut, akan muncul menu Login dan dilayar akan tampak user name Administrator dan user anda sendiri.
  5. Pilih user name Administrator. Biasanya user name Administrator tidak menggunakan password.
  6. Setelah anda login, akan tampil sebuah reminder kalau windows dijalankan dalam option Safe Mode.
  7. Akan tampil desktop dengan resolusi yang rendah yaitu 640×480 pixels. Di setiap sudut layar akan telihat tulisan Safe Mode.
  8. Kemudian Klik Start > Control Panel > User Account. Setelah itu pilih user name anda.
  9. Setelah user name anda terpampang dalam layar monitor, pilih menu Remove my Password. Setelah selesai, reboot kembali windows anda seperti biasa.
  10. Setelah tampil menu Login, klik user name anda, dan tidak ada lagi password yang diperlukan untuk Login di user name anda. Setelah proses loading telah selesai, anda bisa men-create kembali password dari Control Panel.
hmmmm selesai, mudah bukan...sudah ngga bingung dan panik lagi apalagi pasrah hehehe.....

Semoga Bermanfaat dan Selamat Mencoba.........


Wassalam.Wr.Wb.
Arrayhan 



 Sumber : http://rizkynovi99.blogspot.com